Komedo ganggu penampilanmu? Itu sudah pasti, pasalnya kemunculan komedo bisa membuat rasa percaya diri kita menurun drastis ketika bertemu dengan banyak orang.
Komedo bisa menyebabkan wajah terlihat menjadi kusam dan tidak halus. Dan tahukah Anda bahwa komedo tersebut ada 2 jenis, yaitu:
1. Blackhead (terbuka)
Coba lihat hidung kamu, kalau ada bintik hitam, nah itu dia yang namanya komedo terbuka alias blackhead.
2. Whitehead (tertutup)
Komedo yang ini terletak dibawah kulit ari yang tersumbat. Kelihatannya dari luar seperti benjolan-benjolan kecil.
Komedo paling banyak di temukan di daerah dahi, hidung dan dagu. Jika Anda punya kebiasaan untuk menghilangkan komedo dengan cara di pencet paksa, sebaiknya hentikan mulai sekarang, karena bisa terjadi infeksi kemudian menjadi jerawat yang bernanah,
Komedo terjadi karena ada sisa makeup, lemak, kotoran yang tidak terangkat saat membersihkan wajah, kemudian menyumbat pori-pori kulit wajah kita.
Begitu juga dengan sel kulit mati berlebih yang tidak pernah diangkat atau didiamkan saja. . Kulit mati berlebih bisa disebabkan karena kurangnya air dalam tubuh kita.
Bagaimana cara membasmi komedo?
Komedo bisa sangat mengganggu, dan terkadang susah untuk dihilangkan. Namun Anda tidak perlu khawatir, karena Anda bisa menggunakan garam sebagai scrub alami untuk menghilangkah komedo yang mengganggu di wajah, serta membuat wajah tampak lebih sehat dan bersih.
Garam cukup populer sebagai bahan utama dalam perawatan kulit di rumah. Butiran garam dapat digunakan sebagai scrub alami untuk kulit, baik untuk wajah maupun tubuh secara keseluruhan.
Jika diaplikasikan pada kulit, garam dapat membersihkan kotoran, sel kulit mati, hingga komedo di wajah.
Berikut adalah beberapa cara membersihkan komedo menggunakan garam, dikutip dari dari laman situs Boldsky:
Garam dan gula
Campuran garam dan gula bisa digunakan untuk membersihkan komedo. Campurkan satu sendok makan garam dan satu sendok makan gula pada wadah/mangkuk.
Selanjutnya gunakan campuran ini untuk menggosok hidung dan dagu secara lembut, dengan gerakan melingkar, selama 10-15 menit. Setelah itu keringkan bersihkan hidung dan dagu dengan kain/kapas basah, lalu keringkan.
Garam dan air perasan lemon
Gunakan air perasan lemon untuk memijat area wajah yang ingin dibersihkan. Selanjutnya, gunakan butiran garam yang basah (campur dengan sedikit air) sebagai scrub untuk menggosok bagian wajah yang berkomedo.
Lakukan dengan gerakan melingkar. Setelah 10 menit, bersihkan wajah dengan air hangat secara menyeluruh. Lakukan proses ini sekali dalam seminggu untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Garam dan pasta gigi
Pasta gigi juga sering digunakan sebagai obat rumahan untuk mengatasi komedo dan jerawat, karena pasta gigi dapat membunuh bakteri penyebab jerawat.
Untuk urusan membersihkan komedo, keluarkan pasta gigi dengan cukup tebal di sebuah wadah, lalu taburkan garam di atas dan sekeliling pasta gigi.
Aduk pasta gigi dan garam dengan jempol dan jari telunjuk hingga scrub garam menjadi cukup rata. Selanjutnya gunakan pasta tersebut pada area yang diinginkan dan pijat dengan lembut ke arah atas selama beberapa saat, lalu bilas
.
Metode ini juga efektif untuk mengatasi kulit kering dan gatal. Selamat Mencoba! (*)
WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Mendengkur tidak boleh diremehkan. Gangguan tidur yang dalam istilah kedokteran disebutsleep apnoea itu terjadi akibat penyempitan saluran pernafasan. Dalam kondisi tertentu, gangguan ini dapat berakibat kematian.
Pakar gangguan tidur dari Rumah Sakit St George Sidney Australia, Dr. Peter Cistulli, mengatakan, penyempitan saluran pernafasan mengakibatkan suplai oksigen ke seluruh tubuh terhambat.
Pada tingkat tertentu bisa membuat pernafasan terhenti (obstructive sleep apnoea). Kondisi ini bisa terjadi berulang kali dengan durasi sekitar 10-60 detik. “Dalam semalam orang yang mendengkur bisa berhenti bernafas sesaat sebanyak 300 kali,” kata Cistulli.
Minimnya suplai oksigen membuat seluruh organ tubuh, termasuk jantung dan otak, bekerja keras menjalankan fungsinya. Itulah mengapa, mendengkur dalam jangka panjang bisa mengakibatkan berbagai penyakit berbahaya seperti hipertensi, stroke, dan jantung. Kadar oksigen yang fluktuatif dapat merusak lapisan sel dalam pembuluh darah.
Yang perlu diwaspadai adalah ketika suara dengkuran terdengar semakin keras, tiba-tiba berhenti, dan disusul hentakan nafas. Kondisi itu memacu organ tubuh, terutama jantung, bekerja lebih keras untuk memasok oksigen. “Dan, saat terbangun biasanya akan merasa sakit kepala dan linglung,” ujarnya.
Mengatasi dengkuran memang tak mudah. Namun, kita bisa meminimalkan gangguan itu dengan sejumlah tips berikut:
1. Tidur miring
Posisi tidur miring akan membuat aliran udara lebih lancar. Sementara tidur telentang atau tengkurap membuat organ pernafasan tertekan dan memicu dengkuran.
Posisi tidur miring akan membuat aliran udara lebih lancar. Sementara tidur telentang atau tengkurap membuat organ pernafasan tertekan dan memicu dengkuran.
2. Kurangi berat badan
Berat badan berlebih menjadi salah satu faktor penyebab seseorang mendengkur. Lipatan lemak di sekitar leher membuat aliran udara terhambat.
Berat badan berlebih menjadi salah satu faktor penyebab seseorang mendengkur. Lipatan lemak di sekitar leher membuat aliran udara terhambat.
3. Kurangi konsumsi alkohol
Minuman keras dapat melemahkan sistem saraf di bagian rahang dan tenggorokan yang dapat memicu suara dengkuran.
Minuman keras dapat melemahkan sistem saraf di bagian rahang dan tenggorokan yang dapat memicu suara dengkuran.
4. Berhenti merokok
Racun yang terkandung dalam rokok memicu gangguan sistem pernafasan yang akhirnya memicu pola tidur mendengkur.
Racun yang terkandung dalam rokok memicu gangguan sistem pernafasan yang akhirnya memicu pola tidur mendengkur.
5. Pakai bantal tinggi
Posisi kepala lebih tinggi dari badan membuat pernafasan menjadi lebih lancar dan mencegah terjadinya dengkuran.
Posisi kepala lebih tinggi dari badan membuat pernafasan menjadi lebih lancar dan mencegah terjadinya dengkuran.
Untuk menjalankan fungsinya dengan baik, tubuh kita memerlukan gizi yang baik. Zat yang diperlukan tubuh tidak hanya berupa karbohidrat, protein, atau vitamin. Berbagai zat logam juga diperlukan agar tubuh bekerja dengan baik. Logam apa saja yang diperlukan tubuh? Apa fungsinya? Berapa banyak yang diperlukan tubuh?
Zat Besi (Fe)
Fungsi zat besi:
Mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan menghilangkan racun dari tubuh.Efek jika kekurangan:
Bagian bawah kelopak mata berwarna pucat dan mudah lelah.Efek jika kelebihan:
Dapat menyebabkan pembengkakan pada hati. Zat besi dapat mencegah penyerapan obat. Sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan jika sedang mengkonsumsi suatu obat agar khasiat obat tidak terbuang percuma. Zat besi yang berlebih dapat menyebabkan pembengkakan pada hati dan mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap zat tembaga.Sumber makanan zat besi:
Hati ayam, daging ayam, daging merah, ikan dan kacang polong.Dosis yang dianjurkan:
8-18 mg/hari
Seng (Zn)
Fungsi:
Mempertahankan kesuburan, memperkuat daya tahan tubuh, membantu dalam proses penyembuhan dan mampu membantu tubuh agar menghasilkan sekitar 100 enzim yang diperlukan. Kekurangan enzim-enzim ini membuat metabolisme tubuh terganggu yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. Seng juga berguna untuk kecantikan kulit yaitu dapat mencegah timbulnya jerawat, mencegah kulit kering dan membantu regenerasi kulit.Efek jika kekurangan:
Luka yang sulit sembuh karena lambatnya regenerasi kulit, tidak ada selera makan, lambatnya pertumbuhan, kelelahan bahkan dapat menyebabkan tidak subur pada pria.Efek jika kelebihan:
Jika jumlah zat ini melebihi 2000 mg di dalam tubuh dapat menghambat penyerapat zat tembaga dan folat yang juga diperlukan tubuh. Efek samping dari kelebihan zat ini antara lain pusing, muntah-muntah, sering mengantuk, berkeringat dan kadar kolesterol rendah.Sumber makanan:
Seng bisa didapat dari makanan seperti buncis, kacang-kacangan, keju, daging sapi, ayam dan aneka ikan laut.Dosis yang dianjurkan:
12 mg/hari.
Mangan (Mn)
Fungsi:
Penting untuk menjaga kesehatan otak, tulang, berperan dalam pertumbuhan rambut dan kuku, dan membantu menghasilkan enzim untuk metabolisme tubuh untuk mengubah karbohidrat dan protein membentuk energi yang akan digunakan.Efek jika kekurangan:
Beresiko terkena diabetes, osteoporosis, rematik dan kolesterol tinggi.Efek jika kelebihan:
Menyebabkan kadar besi dalam tubuh menurun sehingga meningkatkan resiko terkena anemia, gangguan kulit, jantung, hati, pembuluh darah dan kerusakan otak. Selain itu, mangan yang berlebihan dapat mencegah penyerapan zat tembaga untuk tubuh.Sumber makanan:
Telur, kacang-kacangan, polong-polongan, sayuran berdaun hijau, daging merah. Pada buah-buahan terdapat pada buah strawberry, nanas, anggur.Dosis yang dianjurkan:
5 mg/hari
Kromium (Cr)
Fungsi:
Dibantu dengan vitamin B3, kromium bertugas mengatur penempatan glukosa dalam darah menuju ke sel-sel tubuh untuk kemudian diubah menjadi energi.Efek jika kekurangan:
Meningkatkan kadar kolesterol dan lemak dalam darah yang dapat mengakibatkan penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.Efek jika kelebihan:
Menyebabkan iritasi lambung dan menghambat penyerapan tembaga oleh tubuh.Sumber makanan:
Roti, gandum, jagung, daging, ikan dan keju.Dosis yang dianjurkan:
25 mg/hari
Tembaga (Cu)
Fungsi:
Membentuk hemoglobin, kolagen dan menjaga kesehatan saraf.Efek jika kekurangan:
Anemia, radanng sendi dan mudah lelah.Efek jika kelebihan:
Dapat menyebabkan keracunan yang ditandai dengan muntah, pusing, lemas, sakit perut dan diare. Jika terjadi terus-menerus dapat menyebabkan sakit jantung dan kerusakan hati yang berakibat pada kematian.Sumber makanan:
Seafood, gandum, jagung, polong-polongan.Dosis yang dianjurkan:
1,2 mg / hari
Magnesium (Mg)
Fungsi:
Berperan penting untuk menjaga kesehatan jantung, ginjal dan otot.Efek jika kekurangan:
Dapat menyebabkan serangan jantung, ginjal, darah tinggi dan serangan asma.Efek jika kelebihan:
Dapat menyebabkan diare.Sumber makanan:
Kacang-kacangan, polong-polongan, sayuran berdaun hijau, gandum, jagung, tahu.Dosis yang dianjurkan:
320 mg/hari
Karena alasan untuk kesehatan, kecantikan, cinta kepada binatang, dan mengurangi pemanasan global, membuat orang akhirnya mengurangi atau sama sekali tidak mengkonsumsi daging hewan dan produk olahannya. Orang seperti ini biasa disebut dengan vegetarian. Tetapi, tahukah Anda bahwa ada beberapa tipe vegetarian berdasarkan apa yang dikonsumsinya? Apa saja manfaat dan kesulitan yang ada untuk menjalani pola makan seperti ini?
Manfaat Menjadi Vegetarian
Manfaat dari vegetarian memang terutama untuk kesehatan. Manfaat tersebut antara lain:- Berguna untuk kesehatan tubuh. Sebagaimana sudah diketahui, sayuran dan buah-buahan banyak mengandung serat sehingga membantu kesehatan saluran pencernaan dan membuat Anda lancar setiap harinya. Sayuran dan buah juga banyak mengandung antioksidan yang dapat mencegah kanker, penyakit jantung atau diabetes.
- Meningkatkan kecantikan, membuat kulit awet muda dengan mengkomsumsi makanan alami. Sayuran dan buah-buahan dapat menjadikan tubuh terlihat lebih langsing.
- Membantu mengurangi pemanasan global yang meresahkan penduduk bumi. Industri peternakan menjadi salah satu penyebab pemanasan global di bumi dan juga menyumbang polusi yang cukup banyak, khususnya polusi udara. Selain pemanasan dan polusi yang dihasilkan dalam industri, polusi juga dihasilkan dari proses pembuatan makanan bagi hewan.
Sulit Menjadi Vegetarian
Selain manfaat, ternyata ada juga yang merasa tidak sanggup mencoba hidup vegetarian. Penyebab yang mungkin dialami:- Terlalu meyukai daging, sehingga sangat sulit jika harus meninggalkan untuk mencicip daging untk selamanya
- Dengan menjadi vegetarian merasa akan sulit jika harus makan di luar karena merasa sulit menemukan makanan vegetarian yang dijual di pasaran.
Tipe Vegetarian
Setelah melihat beberapa manfaat maupun kesulitan yang dihadapi, Anda mungkin tertari untuk menjadi seorang vegetarian juga. Vegetarian tidak berarti orang yang hanya makan sayur saja, tetapi vegetarian terbagi atas beberapa tipe. Setiap tipe mempunyai aturan tersendiri. Tipe vegetarian terbagi atas:Vegan
Tidak mengkonsumsi semua daging binatang baik itu daging merah, daging unggas atau daging ikan. Vegan juga tidak mengkonsumsi produk olahan dari binatang sepeti telur, susu, atau keju.Lacto Vegetarian
Tidak mengkonsumsi semua jenis daging (daging merah, daging unggas atau daging ikan) dan telur. Tetapi tetap mengkonsumsi susu.Lacto Ovo Vegetarian
Tidak mengkonsumsi semua jenis daging tetapi diperbolehkan mengkonsumsi telur atau susu.Pesca Vegetarian
Tidak mengkonsumsi daging merah atau daging unggas tetapi diperbolehkan tetap mengkonsumsi telur, susu dan daging ikan.Flexitarian
Merupakan tingkatan yang banyak memberikan kelonggaran karena jenis ini masih boleh mengkonsumsi daging dan produk olahannya sekali-kali.Frutarian
Hanya makan buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan yang kaya vitamin E dan berguna untuk kecantikan kulit dan membuat awet muda.Raw Foodist
Hanya mengkonsumsi makanan mentah, karena proses memasak dianggap dapat merusak hal alami yang ada.
Gejala penyakit demam berdarah atau DBD dan tifus memiliki beberapa kesamaan. Kedua penyakit ini ditandai dengan demam yang cukup tinggi sehingga mengganggu aktivitas penderitanya. Jika salah mengetahui jenis penyakit yang diderita bisa mengakibatkan kesalahan penanganan pada penderita, bahkan dapat menyebabkan kematian. Apa saja perbedaan antara penyakit demam berdarah dan tifus?
Penyebab
Demam Berdarah
Demam berdarah disebabkan oleh virus Dengue, itulah sebabnya penyakit ini disebut juga dengan Demam Berdarah Dengue yang disingkat menjadi DBD. Ada 4 jenis virus Demam Berdarah, itulah sebabnya pada beberapa kasus penderita demam berdarah yang satu menunjukkan gejala yang berbeda dengan penderita Demam berdarah lainnya. Penyakit ini menular dari satu penderita ke penderita lainnya melalui nyamuk aedes aegypti. Nyamuk ini biasa menggigit pada siang hari. Nyamuk yang mengisap darah dari penderita DBD kemudian menggigit orang lain yang sehat membuat virus yang ada berpindah ke orang yang sehat dan akan menyebabkan orang tersebut menderita Demam Berdarah.Tifus
Tifus disebabkan oleh bakteri yang bernama Salmonella typhi. Bakteri ini ada pada berkembang cepat pada tempat-tempat yang kotor. Penyebaran bakteri ini dibantu oleh serangga-serangga pembawa bakteri seperti lalat atau serangga lainnya. Bakteri ini bisa ada pada makanan atau minuman dan akan masuk ke tubuh orang yang mengkonsumsinya. Itulah penyebab seseorang bisa terkena tifus.
Bagian yang Diserang
Demam Berdarah
Virus demam berdarah menyebabkan terjadinya pendarahan pada organ tubuh penderitanya. Bintik merah yang biasa muncul pada penderita menunjukkan adanya pendarahan dalam tubuhnya. Jika sudah parah, pendarahan dapat terjadi pada organ-organ penting yang dapat menyebabkan kematian.Tifus
Bakteri tifus menyerang usus sehingga menyebabkan luka pada usus. Selanjutnya akan menyerang hati, limpa dan kantung empedu.
Gejala
Demam Berdarah
Pada penderita demam berdarah, gejala-gejala yang biasa ditemui adalah:- Panas tinggi, umumnya > 38 derajat Celcius.
- Badan pegal-pegal atau nyeri otot, sakit kepala, menggigil, buang-buang air atau muntah.
- Muncul bintik-bintik merah. Gejala ini mungkin tidak muncul jika demam yang dialami baru sebentar. Cara melihat bintik merah ini dengan tes tourniquet yaitu dengan menjepit pembuluh darah mirip seperti saat Anda hendak memeriksa tekanan darah. Setelah tahap ini, biasanya bintik merah akan terlihat.
- Setelah hari ketiga, biasanya demam akan turun dan penderita mungkin merasa sudah sembuh tetapi setelah itu demam dapat menyerang kembali. Pada masa ini sebaiknya berhati-hati agar tidak menganggap sudah sembuh dan tidak menjaga kesehatannya.
Tifus
Pada penderita tifus, gejalanya adalah sebagai berikut:- Awalnya, demam yang dialami tidak terlalu tinggi dan suhu akan terus meningkat bertahap sampai > 38 derajat Celcius.
- Khususnya pada malam hari, suhu akan meningkat dan akan turun pada pagi hari. Inilah yang membedakan demam tifus dengan demam pada demam berdarah.
- Nyeri perut dan diare.
- Batuk dan sakit tenggorokan.
Pemeriksaan
Cara paling tepat untuk mengetahui apakah seseorang menderita demam berdarah atau tifus adalah dengan melakukan pemeriksaan. Berkonsultasi dengan dokter dan biasanya untuk memastikan, dokter akan meminta untuk melakukan pemeriksaan darah. Dengan mengambil darah penderita bisa diketahui secara pasti penyakit apa yang diderita.Demam Berdarah
Pada pasien demam berdarah, pemeriksaan dilakukan dengan memeriksa jumlah trombosit. Jika trombosit menurun, biasanya < 100.000/ul, seseorang akan didiagnosis mengalami demam berdarah. Tetapi, jika demam baru satu hari belum bisa diketahui karena jumlah trombosit yang masih normal. Pada kasus seperti ini, Anda dapat berkunjung kembali ke dokter untuk memeriksa jumlah trombosit jika masih mengalami demam. Pada pemeriksaan yang lebih canggih, dapat diketahui apakah darah mengandung virus dengue atau tidak. Jadi, jika jumlah trombosit masih normal tetapi pada darah positif mengandung virus dengue berarti Anda mengalami demam berdarah.Tifus
Untuk mengetahui apakah Anda mengalami tifus atau tidak, maka akan dilakukan tes Widal. Yang diperiksa pada tes ini adalah apakah pada darah mengandung antibodi terhadap bakteri Salmonella typhi. Jika hasil menunjukkan > 1/160 berarti Anda menderita tifus. Pemeriksaan lain dapat dilakukan dengan memeriksa tinja penderita karena pada tinja penderita tifus mengandung bakteri Salmonella typhi.
Pengobatan
Demam Berdarah
Tidak ada obat khusus untuk mengobati penderita demam berdarah karena tidak ada vaksin untuk membunuh virus dengue. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga agar penderita tidak mengalami dehidrasi. Jika penderita tidak dapat makan dengan baik, mengalami diare atau muntah, ada baiknya penderita dirawat di rumah sakit agar dapat dibantu dengan infus sehingga daya tahan penderita lebih kuat. Pada penderita demam berdarah tidak ada pantangan makanan.Tifus
Untuk pengobatan tifus, biasanya akan diberikan antibiotik untuk membunuh bakteri. Untuk menyembuhkan usus yang luka, makanan yang dimakan tidak boleh keras agar tidak memaksa kerja usus yang sedang sakit. Nasi tim atau bubur menjadi makanan yang dikonsumsi penderita. Hindari juga makanan yang asam dan pedas.
Cara Pencegahan
Demam Berdarah
Seperti yang sering didengungkan, untuk mencegah, khususnya mecegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti yang merupakan sarana penularan demam berdarah adalah dengan melakukan gerakan 3 M. Yang dimaksud gerakan 3 M adalah Menguras bak mandi minimal 1 minggu sekali, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas yang tidak terpakai yang berpotensi menjadi tempat genangan air hujan.Tifus
Sedangkan untuk mencegah tifus adalah dengan menjaga lingkungan tetap bersih sehingga bakteri tifus tidak dapat berkembang biak. Pilihlah makanan dan minuman yang bersih untuk dikonsumsi.
Sebagai salah satu rutinitas dalam keseharian kita, tidur memang menjadi hal yang biasa kita lakukan. Pada malam hari, rasa kantuk yang dihasilkan hormon melatonin menjadi penanda bahwa tubuh butuh istirahat dengan tidur. Anda pergi ke tempat tidur, merebahkan diri dan tanpa sadar Anda telah tertidur. Keesokan harinya, pada saat terbangun Anda mungkin tidak ingat berapa lama persisnya Anda telah terlelap. Anda mungkin masih teringat dengan mimpi indah semalam. Pernahkah Anda bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi pada saat kita tidur?
Saat tidur tenang atau NREM atau Non-REM, tubuh seseorang akan mengalami kegiatan yang tenang. Denyut nadi, pernapasan dan tekanan darah tubuh akan bergerak lebih tenang dan teratur. Ini adalah proses di mana tubuh memulihkan tubuh. Otot-otot, kelenjar tubuh dan susunan tubuh diperbaiki. Zat-zat yang tidak berguna akan dibuang dari tubuh. Pada saat tidur tenang juga terjadi penggabungan protein-protein yang akan digunakan pada saat tidur aktif.
Pada keadaan tidur tenang atau NREM atau Non-REM, seseorang akan mengalami 4 tahap. Berikut ini tahapan yang terjadi ketika Anda mulai tertidur.
Selesai memasuki tahap keempat, Anda akan mengalami tahap pertama kembali, memasuki tahap kedua dan seterusnya. Siklus ini akan berulang beberapa kali. Pada umumnya pengulangan siklus ini berlangsung selama 3 sampai 5 kali. Lamanya 1 kali siklus membutuhkan waktu sekitar 90 sampai 110 menit.
Pada saat tidur aktif atau REM inilah seseorang mengalami mimpi yang sebagian besar tidak akan diingat pada saat bangun dari tidur. Anda juga mengalami imobilitas yaitu tidak dapat menggerakkan otot-otot Anda. Hal ini yang berguna agar Anda tidak bergerak sesuai mimpi Anda sehingga membahayakan Anda. Biasanya seseorang mengalami mimpi kira-kira setiap 90 menit sekali dalam sebuah siklus tidur.
Periode tidur aktif berlangsung selama 25 persen dari keseluruhan periode tidur kita. Pada saat tidur aktif atau REM, tubuh memulihkan fungsi-fungsi tertentu dari otak dan juga memperbaiki mental. Pada saat ini pikiran akan memilih, mengolah, mengorganisasi, menghapus hal-hal yang tidak penting dan menyimpan keterangan yang dialami pada hari sebelumnya seperti saat seseorang merekam film dan akan mempersiapkan otak dan pikiran untuk menerima keterangan baru esok harinya. Saat tidur aktif, otak akan menghapus memori jangka pendek atau data tidak penting dan mempertahankan ingatan jangka panjang. Inilah yang membuat setelah tidur, pikiran terasa lebih segar karena tersedia lebih banyak memori otak untuk digunakan lagi.
Selain itu, selama Anda tertidur, tubuh menghasilkan sel T yang akan melawan patogen atau bibit penyakit. Dan saat tertidur, tubuh juga menghasilkan hormon leptin untuk mengatur nafsu makan.
Agar tubuh merasakan manfaat baik dari tidur, seseorang harus mengalami semua proses tidur tersebut dan dalam waktu yang cukup. Jika kita kurang tidur, akan sulit berkonsentrasi, kehilangan memori, dan kosa kata, penurunan kesanggupan berpikir analitis, dan kehilangan kreativitas. Bahkan kurang tidur bisa meningkatkan kekhawatiran dan depresi. Maka, berupayalah agar Anda cukup tidur setiap hari dan rasakan manfaatnya.
Tidur Tenang atau Non-REM
Selama siklus tidur kita akan mengalami 2 macam keadaan tidur yaitu keadaan tidur tenang dan keadaan tidur aktif. Tidur tenang sering dikenal dengan istilah tidur NREM atau Non-REM (No Rapid Eye Movement atau Tidak Ada Gerakan Mata yang Cepat).Saat tidur tenang atau NREM atau Non-REM, tubuh seseorang akan mengalami kegiatan yang tenang. Denyut nadi, pernapasan dan tekanan darah tubuh akan bergerak lebih tenang dan teratur. Ini adalah proses di mana tubuh memulihkan tubuh. Otot-otot, kelenjar tubuh dan susunan tubuh diperbaiki. Zat-zat yang tidak berguna akan dibuang dari tubuh. Pada saat tidur tenang juga terjadi penggabungan protein-protein yang akan digunakan pada saat tidur aktif.
Pada keadaan tidur tenang atau NREM atau Non-REM, seseorang akan mengalami 4 tahap. Berikut ini tahapan yang terjadi ketika Anda mulai tertidur.
-
Tidur Ringan
Saat pertama kali seseorang mulai tertidur, Anda memasuki tahap pertama di mana Anda mengalami tidur ringan atau tidur dangkal, di mana otot tubuh akan mengendur dan gelombang otak akan bergerak tidak beraturan. Pada tahap ini biasanya dimulai ketika Anda mengantuk dan tertidur. Tahap pertama berlangsung selama 30 detik sampai 7 menit pertama tidur Anda. -
Tidur Sebenarnya
Selanjutnya, Anda akan memasuki tahap kedua yaitu tidur sebenarnya, di mana gelombang otak membesar, pecahan-pecahan pikiran dan gambar-gambar mungkin bermunculan dan bergerak di pikiran kita tetapi kita tidak menyadarinya, bahkan Anda sudah tidak sadar dengan keadaan di sekeliling Anda. Tahap kedua berlangsung selama 20 persen dari seluruh waktu tidur Anda. -
Tidur Lebih Pulas
Tahap ketiga tidur Anda semakin lelap. Pada tahap ini, tubuh Anda mulai sulit dibangunkan karena sudah terlelap. -
Tidur Terpulas
Tahap keempat merupakan tahap tidur paling pulas. Pada tahap ini, otak memproduksi gelombang besar, sebagian besar darah dialirkan ke otot, terjadi pemulihan dan perbaikan fungsi tubuh. Hormon pertumbuhan dihasilkan dan terjadi proses pertumbuhan berlangsung pada tahap ini. Tahap ketiga dan keempat berlangsung selama 50 persen dari seluruh waktu tidur kita.
Jika saat tertidur, kita tidak bisa memasuki tahap ketiga dan keempat, maka kemungkinan besar saat terbangun kita akan merasa letih bahkan bisa depresi.
Tidur Aktif atau REM
Setiap siklus tidur tenang atau NREM akan diakhiri dengan tidur aktif atau REM (Rapid Eye Movement atau Gerakan Mata Cepat). Kebalikan dari tidur tenang, denyut nadi, pernapasan, tekanan darah dan aktivitas lainnya berlangsung dengan lebih aktif, cepat dan tidak teratur. Darah dialirkan ke otak dan gelombang otak. Anda dapat melihat seseorang mengalami periode saat saat melihat tonjolan mata bergerak ke kiri dan ke kanan karena memang pada tidur REM, mata bergerak cepat ke kiri dan ke kanan.Pada saat tidur aktif atau REM inilah seseorang mengalami mimpi yang sebagian besar tidak akan diingat pada saat bangun dari tidur. Anda juga mengalami imobilitas yaitu tidak dapat menggerakkan otot-otot Anda. Hal ini yang berguna agar Anda tidak bergerak sesuai mimpi Anda sehingga membahayakan Anda. Biasanya seseorang mengalami mimpi kira-kira setiap 90 menit sekali dalam sebuah siklus tidur.
Periode tidur aktif berlangsung selama 25 persen dari keseluruhan periode tidur kita. Pada saat tidur aktif atau REM, tubuh memulihkan fungsi-fungsi tertentu dari otak dan juga memperbaiki mental. Pada saat ini pikiran akan memilih, mengolah, mengorganisasi, menghapus hal-hal yang tidak penting dan menyimpan keterangan yang dialami pada hari sebelumnya seperti saat seseorang merekam film dan akan mempersiapkan otak dan pikiran untuk menerima keterangan baru esok harinya. Saat tidur aktif, otak akan menghapus memori jangka pendek atau data tidak penting dan mempertahankan ingatan jangka panjang. Inilah yang membuat setelah tidur, pikiran terasa lebih segar karena tersedia lebih banyak memori otak untuk digunakan lagi.
Selain itu, selama Anda tertidur, tubuh menghasilkan sel T yang akan melawan patogen atau bibit penyakit. Dan saat tertidur, tubuh juga menghasilkan hormon leptin untuk mengatur nafsu makan.
Agar tubuh merasakan manfaat baik dari tidur, seseorang harus mengalami semua proses tidur tersebut dan dalam waktu yang cukup. Jika kita kurang tidur, akan sulit berkonsentrasi, kehilangan memori, dan kosa kata, penurunan kesanggupan berpikir analitis, dan kehilangan kreativitas. Bahkan kurang tidur bisa meningkatkan kekhawatiran dan depresi. Maka, berupayalah agar Anda cukup tidur setiap hari dan rasakan manfaatnya.
You are here: Home / Health Tips / 40 Tips To Reduce Medication Errors
40 Tips To Reduce Medication Errors
Tips To Reduce Medication Errors At Home
Here are a few tips to avoid medication errors at home:
1. Keep your prescription medicines locked up so that kids cannot get them.
2. Pin up your doctor’s prescription next to your bed and read it each time you take your medications. This will help prevent accidental overdose.
3. Note the expiry dates of medications; if a medication is nearing expiry, mark a huge red X on it.
4. If your pharmacy issues expired medications to you by mistake, bring this to your health provider’s notice.
5. Never take another person’s prescription even if you have a similar problem.
6. Always monitor your children when they take their prescriptions.
7. Don’t retain left over prescription medications to use later if the same symptoms occur. Always consult your doctor each time.
8. Throw out any medication that’s gone past its expiration date.
9. Do not store any medications for which you’ve lost the prescriptions.
10. Always find out about the medication you’ve been prescribed, its purpose and dosage.
11. Understand the drug directions; how many times a day, and how many hours apart are you supposed to take a drug?
12. Find out if the drug should be stored in the fridge or at room temperature
13. Find out if you need to avoid medications, food items and beverages
14. Find out if there are any side effects of the medication and what you should do to manage them
15. When you give medication to your kids, read the drug name, dosage and prescription each time.
16. Make sure only one member of your family is in charge of dispensing medications to your children.
17. Always use the measuring spoon that accompanies the medicine and not your kitchen spoons.
18. Use compliance aids such as medicine containers with dosage based sections for daily doses. This will keep you from mixing up your medications.
19. Report all medications you are currently taking including OTC drugs, diet supplements, and herbs and so on. Some of the medications you’re taking might reduce the effect of a prescription medication.
20. Use a single pharmacy for all your prescriptions to ensure your records are in one place.
21. Your doctor and your pharmacy should know about y our medication allergies and any unpleasant drug reactions.
Tips To Reduce Medication Errors At Healthcare Centers
In recent times, depressed by the number of reported medication errors in healthcare centers, awareness campaigns and regulatory medicine schedules have sprung up in treatment settings.
22. Doctors must ensure that their prescriptions are legible and clear so that no mix-ups happen at pharmacies or at hospitals.
23. Implement SureScript Systems e-prescribing software that enables a two-way link between pharmacists and hospital doctors. Using this link, prescription information can be exchanged, helping to prevent a great number of medication errors.
24. Crosscheck drug bar codes on the prescription information coded in patients’ wristbands before administering the drug. These bar codes help verify that the right patient is receiving the right drug, apart from alerting the system if the medication is wrong, late, or of the wrong dosage.
25. If a prescription does not have a bar code on it, then label it individually and ensure that the information is entered into the patient’s database
Tips To Reduce Medication Errors At Pharmacies
Several mix-ups occur at pharmaceutical outlets. Prescriptions that are wired in or telephoned to a pharmacist are sometimes interpreted wrongly, and the wrong medication or dosage is given to the patient, causing many avoidable errors.
26. Use a computerized order entry system that allows doctors to enter their prescriptions to avoid the errors that arise from legibility problems.
27. Clarify spelling of the drug name if the order is verbal and make the doctor spell out the dosage and the type of medication.
28. Be sure to clarify both generic and brand names of a drug. Sometimes, the same drug can be of different powers; short acting, long acting and so on.
29. Reorganize shelves and separate medications that bear similar names so that there’s no confusion during disbursement.
30. Check with the doctor if you find that the prescription is illegible or if information is missing. For example, SC/SQ can be mistaken for SL in a badly written prescription.
Tips To Reduce Medication Errors By Doctors
Doctors can do their bit to reduce medication errors as well, since prescription illegibility is one of the main reasons why mix-ups happen at pharmacies.
31. Use metric units while describing the quantity of a medication to avoid over dosage. You can use standard units if the therapy indicates it.
32. Expand the units and do not write U to abbreviate units as this can be misunderstood as zero, causing over dosage.
33. Mention your patient’s weight and age on the prescription. Elderly people and infants require lower dosages and the weight indication will prevent errors and potential disasters.
34. Highlight problem drug pairs.
35. Complete prescription orders by including drug name, concentration, and dosage.
36. If the dosage amount is less than one, indicate it as 01 and not .10.
37. Avoid using drug name abbreviations and directions in Latin. Several abbreviations are misunderstood; for example, Q.O.D. is taken for Q.D. or Q.I.D. TIW is read as thrice a day and HS is taken as bedtime, which is the Latin abbreviation, instead of Half Strength.
38. Apart from the main prescription, provide a few specific directions to ensure correct use of the drug and dosage check.
39. Mention the reason for the drug, unless by doing so patient confidentiality is violated.
40. Always be ready to provide clarifications to your patients and pharmacies. A little bit of your time will go a long way to prevent accidents.

